Secaraumum puisi "Doa" Taufik Ismail memiliki tema yang sama dengan puisinya Amir Hamzah "Padamu Jua" yaitu ketuhanan. Dalam puisi ini menjelaskan sebuah doa yang di panjatkan atas cobaan yang diterima. Subjek yang digunakan kedua penyair ini adalah tokoh si Aku sebagai penderita.
Puisi1 : Kembalikan Indonesia Padaku (Taufiq Ismail) Paris, 1971 Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
Karya Taufik Ismail Sesudah siang panas yang meletihkan Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas Dan kita kembali ke karnpus ini berlindung Bersandar dan berbaring, ada yang merenung Di lantai bungkus nasi bertebaran Dari para dermawan tidak dikenal Kulit duku dan pecahan kulit rambutan Lewatlah di samping Kontingen Bandung
Namun selain Sajadah Panjang, masih ada beberapa puisi hebat karya Taufik Ismail, 5 di antaranya berikut ini. 1. Kembalikan Indonesia Padaku (Paris, 1971) Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
TaufiqIsmail sudah banyak mendapat penghargaan dari karya sastranya, salah satu karya Taufiq yang paling terkenal ialah puisi berjudul Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Hingga kini, pria kelahiran 1935 ini telah menghasilkan puluhan puisi, sajak, dan beberapa karya terjemahan.
MzfT.
Puisi Doa dalam Lagu Karya Taufiq Ismail Doa dalam Lagu Ibuku karena engkau merahimiku Merendalah tenteram karena besarlah anakmu Ayahku karena engkau menatahku Berlegalah di kursi angguk laki-laki anakmu Tuhanku karena aku karat di kaki-Mu Beri mereka kesejukan dalam dan biru. 1953Puisi Doa dalam LaguKarya Taufiq IsmailBiodata Taufiq IsmailTaufiq Ismail lahir pada tanggal 25 Juni 1935 di Bukittinggi, Sumatera Ismail adalah salah satu Sastrawan Angkatan '66. Posting Komentar Posting Komentar
- "Dengan Puisi, Aku" adalah salah satu karya ternama Taufik Ismail, seorang penyair Indonesia. Puisi ini menggambarkan dengan jelas bagaimana sosok "aku" menikmati kehidupannya yang berdampingan dengan lebih memahaminya, berikut isi dan makna puisinya Isi puisi "Dengan Puisi, Aku" Dikutip dari buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas 2020 karya Supriyanto, berikut isi puisi "Dengan Puisi, Aku" Dengan Puisi, aku bernyanyiSampai senja umurku nantiDengan puisi, aku bercintaBerbatas cakrawala Dengan puisi, aku mengenangKeabadian yang akan datang Baca juga Makna Puisi Karangan Bunga Karya Taufiq Ismail Dengan puisi, aku menangisJarum waktu bila kejam mengiris Dengan puisi, aku mengutukNafas zaman yang busuk Dengan puisi, aku berdoaPerkenankanlah kiranya.